Rabu, 13 Mei 2020

Perlukah Memakai Broker Asuransi untuk Usaha Kecil dan Menengah?


Usaha Kecil dan Menengah menjadi salah satu industri yang terus berkembang saat ini, khususnya di Indonesia. Namun seiring dengan perkembangan tersebut, risiko bisnis juga berkembang dan  dapat mengganggu keberlangsungan bisnis. Misalnya, lebih rentan terhadap fluktuasi kondisi ekonomi, persaingan pasar, politik, hingga gangguan bisnis jika terjadi bencana alam dan wabah seperti Covid-19.

Melihat risiko bisnis yang dihadapi oleh para pelaku UKM, maka dibutuhkan perlindungan bisnis sebagai salah satu cara untuk meminimalkan risiko kerugian secara finansial yaitu dengan memiliki polis asuransi bisnis UKM.

Kepemilikan polis asuransi bisnis UKM meliputi perlindungan properti dan aset, tunjangan kesehatan dan perlindungan terhadap karyawan seperti kecelakaan kerja, dan perlindungan operasional bisnis. 

Terdapat anggapan dari para pelaku bisnis tentang rumitnya memiliki asuransi bisnis yang tepat sesuai risiko bisnis mereka. Hal ini disebabkan karena setiap bisnis memiliki risiko yang unik dan berbeda sesuai dengan model bisnis dan industri. 

Menggunakan jasa broker asuransi bisa sangat membantu bagi para pelaku bisnis UKM untuk memiliki polis asuransi bisnis yang tepat sesuai kebutuhan dan risiko bisnis. 

Broker asuransi mewakili kepentingan klien (nasabah) untuk membantu mengidentifikasi risiko bisnis dan memberikan solusi tipe asuransi bisnis dan manfaatnya sesuai kebutuhan dan risiko bisnis, serta akan membantu menyediakan konsultasi jika terjadi klaim. 

Adapun peran dan tugasnya adalah sebagai berikut: 

  1. Melakukan identifikasi terhadap segala bentuk usaha-usaha penghilangan, pengurangan serta menghindarkan kemungkinan terjadinya risiko tersebut.
  2. Memiliki afiliasi dengan beberapa perusahaan asuransi (penanggung).
  3. Membantu memilihkan penanggung (perusahaan asuransi) yang aman bagi klien (tertanggung), mempersiapkan dan membuat desain kontrak asuransi yang paling cocok dan kompetitif.
  4. Menjembatani pemilihan dan negosiasi tingkat premi antara perusahaan asuransi (penanggung) dengan klien (tertanggung).
  5. Selama polis berjalan, broker asuransi wajib membantu pemegang polis atau tertanggung dalam rangka memenuhi persyaratan pengajuan klaim kepada perusahaan asuransi, serta menginformasikan perkembangan status klaim atau manfaat, dan besarnya nilai klaim atau manfaat yang disetujui. 
  6. Broker asuransi bertanggung jawab untuk menjalankan risk inspection serta administrasi program selama polis masih berjalan.
  7. Wajib melakukan peninjauan atas kredibilitas Perusahaan Asuransi dari berbagai aspek termasuk aspek finansial dan kemampuan/kapasitas dalam menerima risiko tertentu.
Jika melihat peran dan tugasnya, perlukah broker asuransi bagi usaha kecil dan menengah? Maka jawabanya pasti sangat perlu. Pelaku bisnis UKM akan sangat terbantu mulai dari identifikasi dan pengelolaan risiko bisnis hingga kepemilikan asuransi bisnis yang tepat sesuai risiko bisnis. 

Pilihlah broker asuransi yang resmi, terpercaya dan berpengalaman seperti Marsh Indonesia. Marsh merupakan perusahaan broker asuransi terkemuka dan memiliki tim yang sudah sangat berpengalaman dalam membantu ribuan perusahaan termasuk UKM di Indonesia untuk mengidentifikasi dan menjamin risiko dengan asuransi bisnis yang tepat agar bisnis berjalan lancar dan berkembang, serta risiko kerugian secara finansial bisa diminimalisir. 

0 komentar:

Posting Komentar