Jumat, 24 April 2020

Mitos dan Fakta Mengenai Susu Coklat untuk Anak


Susu merupakan salah satu minuman yang kaya akan kandungan vitamin, protein, dan mineral yang ditubuhkan oleh tubuh, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Namun terkadang anak-anak seringkali bosan atau tidak suka dengan rasa susu yang tawar. Agar anak-anak Anda bisa tetap mendapatkan gizi yang cukup dari susu, Anda bisa memberi mereka varian susu coklat yang banyak tersedia di pasaran. 

Akan tetapi, ternyata cukup banyak juga mitos-mitos mengenai susu coklat yang berkembang yang belum tentu kebenarannya. Berikut beberapa mitos tentang susu tersebut.

1. Membuat hiperaktivitas pada anak

Banyak mitos yang berkembang mengenai susu coklat yang memberi dampak pada sifat hiperaktif pada si kecil. Hal ini diklaim karena kandungan gula yang lebih banyak dibanding kandungan gula yang ada pada susu putih. Nyatanya, kandungan gula pada susu tidak berpengaruh sama sekali pada kondisi anak yang hiperaktif. 

Hiperaktif sendiri merupakan gangguan tingkah laku pada anak-anak dengan ciri-ciri mereka ingin terus bergerak dengan sangat aktif dan cenderung tidak mau diam. Perilaku ini tidak ada hubungannya dengan konsumsi susu. 

2. Membuat gigi keropos pada anak

Kandungan gula serta coklat yang terdapat dalam susu juga seringkali dikaitkan dengan gigi anak-anak yang menjadi keropos lebih cepat. Pernyataan ini lagi-lagi merupakan mitos yang salah. Faktanya, konsumsi minuman manis tidak semata-mata menyebabkan terjadinya gigi keropos pada anak. 

Kondisi gigi keropos terjadi karena perilaku atau kebiasaan Anda dalam menjaga kesehatan gigi si anak. Selama Anda menjaga anak-anak untuk tetap menjaga kebersihan gigi, konsumsi makanan manis apapun juga tidak akan membuat gigi anak Anda bermasalah. Nyatanya,  segala jenis susu justru memiliki kandungan kalsium yang bisa menguatkan tulang dan gigi pada anak-anak. 

3. Membuat kegemukan pada anak

Kegemukan adalah kondisi ketika anak-anak Anda mengalami berat badan yang berlebih dan tidak ideal jika dibandingkan dengan berat badan rata-rata pada usianya. Kondisi kegemukan yang terjadi pada anak ini seringkali dikaitkan dengan konsumsi susu yang berlebihan, terutama susu yang mengandung coklat karena dianggap memiliki kandungan gula lebih banyak serta kandungan lemak yang lebih tinggi sehingga menjadi penyebab terjadinya obesitas. 

Faktanya, berbagai penelitian menunjukan data bahwa konsumsi susu tinggi kalori justru dibutuhkan untuk usia anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan. Segala jenis susu juga bisa memberi tambahan energi pada anak-anak yang memiliki selalu aktif sepanjang hari. Kandungan pada susu ini bisa menjadi stimulus bagi tubuh anak untuk bisa berkembang ideal. 

Itulah beberapa mitos dan fakta seputar susu coklat untuk anak. Dengan berbagai fakta tadi, Anda tidak perlu ragu lagi untuk memberi susu coklat pada anak karena memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang mereka. 

0 komentar:

Posting Komentar