Rabu, 10 Juli 2019

Kisah Bang Jack, Juru Parkir Mulia Pendiri Sekolah Gratis


Pengorbanan seseorang memang tak bisa dinilai dengan uang. Nilai manfaat yang diberikan seorang juru parkir ini sungguh mulia. Beliau yang dipanggil dengan sebutan Bang Jack sudah mendirikan sekolah gratis untuk anak yang kurang mampu. Pria yang bernama asli Undang Suryaman ini membangun sekolah gratis tersebut atas inisiatifnya dengan bantuan sang istri.

Sosok Bang Jack
Berdasarkan fenomena saat ini, Anda pasti merasakan betapa mirisnya melihat banyak anak-anak yang putus sekolah. Bukan karena tidak mau, akan tetapi keadaan kurang bersahabat. Akan tetapi, lingkungan dapat mengubahnya. Dukungan dari pihak lain yang peduli pasti mampu memberikan perubahan atas ketidakmampuan tersebut. Bang Jack sudah membuktikan lewat inisiatifnya.

Juru parkir Universitas Padjajaran yang sudah bekerja selama 23 tahun ini telah berhasil menjadi inspirator perubahan. Dengan usianya yang sudah menginjak kepala 4, Bang Jack masih memikirkan anak-anak lain yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. Untuk memfasilitasi pendidikan anak kurang mampu tersebut, beliau berniat membangun sekolah gratis.

Berhubung penghasilannya sebagai juru parkir yang minim yaitu sebanyak Rp50 ribu per harinya, maka beliau membongkar rumahnya untuk dijadikan ruang kelas. Sebagian rumah mertuanya juga diubah menjadi ruang kelas karena memang mendukung niat mulia menantunya. Kini, Jack mampu mendirikan TK dan TPA di Desa Babakan Loa, Rancaekek, Jawa Barat.

Alasan Termotivasi Mendirikan Sekolah Gratis
Gerakan perubahan yang dilandasi kepedulian ini berawal dari masa lalu Undang. Sewaktu kecil, beliau tidak sempat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Jangankan untuk bersekolah dan membeli buku pelajaran, Jack kecil harus rela membagi nasi satu piring untuk beberapa anggota keluarga. Hal inilah yang bisa disebut sebagai dendam masa lalu.

Betapa beratnya keadaan masa lalu tersebut, ternyata tidak berakhir buruk. Akhirnya, Bang Jack mengajak istrinya untuk membantu anak-anak yang kurang mampu agar bisa kembali bersekolah. Ide pendirian sekolah gratis pun diwujudkan. Dalam benaknya, beliau berharap bahwa jangan sampai ada lagi anak yang putus sekolah seperti dirinya akibat keterbatasan ekonomi. 

Proses Pendirian Sekolah
Pengabdiannya dimulai dengan mengumpulkan anak-anak kurang mampu yang bertempat tinggal di sekitar rumahnya. Pada awalnya, terdapat 18 anak yang bersedia dikumpulkan untuk kemudian diberikan pembelajaran di masjid. Awalnya, sekolah gratis miliknya belum mempunyai bentuk fisik seperti pada umumnya mengingat dana dari penghasilannya yang belum cukup.

Mengenai pendirian sekolah ini, beliau mendapatkan banyak komentar positif dan juga negatif. Akan tetapi, Bang Jack bersama istrinya tetap berjuang. Alhasil, rumahnya digubah menjadi ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Melalui pelatihan guru se-Jawa Barat, Bang Jack berhasil mempelajari kurikulum sekolah TK dan TPA. Karenanya, banyak pihak percaya akan kualitasnya.

Setelah berjalan beberapa lama, murid bertambah banyak menjadi 180 orang. Agar mampu menampung muridnya, rumah mertua Jack diubah menjadi ruang kelas. Saat malam, barulah ruang kelas tersebut digunakan untuk tidur. Keterbatasan tempat ini juga masih dipikirkan kembali olahnya. Jack membuka donasi untuk sekolah gratis miliknya yang bernama Araudhatul Jannah.

Berkat kegigihannya, banyak dana mengalir dan mampu membantu membangun bangunan sekolah gratis untuk semua murid. Asuransi wakaf juga sangat layak diberikan kepada Bang Jack untuk mengembangkan sekolah gratis yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerataan pendidikan memang harus dijalankan. Penghargaan dan bantuan sangat pantas diperolehnya.

Melalui catatan perjuangannya tersebut, dana asuransi wakaf dari Allianz mampu mendukung gerakan perubahan berupa pemerataan pendidikan. Siapapun yang terlibat di dalamnya dapat menggunakannya untuk mengembangkan sekolah gratis tersebut. Pada akhirnya, banyak anak akan terselamatkan dari jurang keterbelakangan berkat pengembangan wakaf dalam pendidikan.

0 komentar:

Posting Komentar