Kamis, 11 Juli 2019

Meski Berprofesi Sebagai Polisi, Sutrisno Tetap Jualan Nasi Goreng


Ada banyak jalan yang bisa dilakukan untuk mendapat rezeki yang halal asal mau berusaha. Itulah mungkin yang ada di pikiran Aiptu Sutrisno. Baginya, ia sangat ingin menjadikan anaknya sukses. Oleh sebab itu, ia rela jualan nasi goreng di balik profesi utamanya yang seorang polisi. Oleh sebab itu, ia patut terima anugerah asuransi wakaf.

Berprofesi Sebagai Polisi dan Berjualan Nasi Goreng
Mendengar gelar yang tersampir di depan namanya, semua orang pasti tahu bahwa Sutrisno berprofesi sebagai seorang polisi. Mungkin Anda jarang mendengar cerita tentang polisi yang membuka bisnis kuliner terlebih masak sendiri alias tanpa bantuan pegawai atau asisten. Namun, sosok Aiptu Sutrisno terbilang langka.

Ia rela berjualan nasi goreng di daerah Semarang, Jawa Tengah di balik profesi utamanya yang seorang polisi. Sutrisno sendiri sebenarnya telah menjadi seorang polisi sejak tahun 1990. Sementara bisnis kuliner nasi goreng ini baru digelutinya kurang lebih tiga tahun terakhir. 

Oleh karena ia memiliki dua buah pekerjaan sekaligus, tentu ada salah satu yang harus dikorbankan. Tak seperti penjual nasi goreng kebanyakan yang terus buka dalam sebulan, Sutrisno tidak. Ia hanya berjualan 12 hingga 15 hari dalam sebulan yang mana jadwalnya disesuaikan dengan jadwal tugasnya sebagai seorang polisi.

Demi Membiayai Sekolah Anak
Bukan sekadar untuk mengisi waktu luang. Sutrisno bekerja sebagai seorang penjual nasi goreng memiliki cita-cita yang mulia. Ia melakukan ini untuk membiayai uang kuliah kedua anaknya. Saat ini, Sutrisno memiliki dua orang anak yang keduanya sama-sama sedang duduk di bangku kuliah.

Pertama, ada Ayu Anggraeni yang kuliah di Universitas Diponegoro dan mengambil jurusan kedokteran. Kedua adalah Yulistyo Dewantoro yang merupakan mahasiswa di Universitas Padjajaran. Jujur, bagi Sutrisno, gaji yang didapat dari seorang polisi tak bisa memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang sedang kuliah dan kebutuhan dapurnya sendiri.

Oleh sebab itu, ia memilih untuk berjualan nasi goreng guna menambah penghasilan. Bagi Sutrisno, tak masalah ia bekerja sebagai apa. Asalkan pekerjaan yang dilakukannya itu halal, maka ia tak akan malu melakukannya. Salah satu alasan Sutrisno memilih berjualan nasi goreng bukan jualan yang lain adalah hobinya memasak.

Untuk bisa membuat nasi goreng yang seenak sekarang, ia telah belajar dari banyak orang lebih dulu termasuk seorang penjual nasi goreng langgannya. Ia pernah bercerita bahwa ia harus belajar terus menerus selama satu minggu pada penjual tersebut untuk mendapatkan rasa seperti yang sekarang ini.
Kini, berkat kegigihan Sutrisno, ia bisa menjual nasi goreng sebanyak 30 porsi dalam satu harinya. Bila akhir pekan, biasanya ia menjual dua kali lipat dari angka itu. Modal usaha yang dibutuhkannya untuk membuka usaha nasi goreng ini cukup minim. Hanya 2 jutaan saja dan itupun meminjam dari teman.

Asuransi Allianz Wakaf
Dengan semangat gigih yang dimiliki Sutrisno, pantas baginya untuk menerima anugerah asuransi Allianz Wakaf. Ia bisa mewujudkan mimpinya menyekolahkan anak setinggi-tingginya dan tetap tenang dengan semua perlindungan yang diberikan. Perlindungan itu terdiri dari asuransi jiwa dasar, asuransi penyakit kritis, asuransi cacat total dan lainnya.

Semangat yang besar dari seorang Aiptu Sutrisno memang patut diacungi jempol. Ia tak pernah malu untuk berjualan nasi goreng selama itu halal. Oleh sebab itulah, patut baginya untuk menerima anugerah asuransi wakaf dari Allianz yang bisa ia pergunakan untuk kepentingan baik. Dengan ini, Anda juga bisa memperoleh manfaat kebaikan.

Jangan Asal, Baca Tips Pilih Bunga Berdasarkan Status Hubungan


Melalui artikel ini saya ingin menceritakan sekilas bagaimana bunga bisa mencerminkan status hubungan Anda. Memilih bunga yang tepat berdasarkan hubungan tidak boleh sembarangan. Anda harus tau dulu ilmunya. Berikut saya rangkum poin-poin pentingnya apa saja.

Rangkaian bunga sering kali dijadikan sebagai hadiah untuk momen-momen spesial, apalagi bagi yang sudah kebingungan ingin memberikan hadiah apa. Maka bunga dengan pilihan warna-warna yang cantik dan menarik ini bisa menjadi alternatifnya. Apalagi bunga banyak dijual di pasaran dengan harga yang terbilang sangat murah, sehingga pasti tidak akan rugi di dalam membelinya. Anda bisa pilah-pilih di toko bunga sesuai dengan selera yang diinginkan, pastinya juga tetap harus sesuai dengan maksudnya, karena setiap jenis bunga memiliki makna tersendiri.

Ada begitu banyak jenis bunga yang dijual di pasaran, mulai dari pilihan warna dan juga tampilannya. Terkadang ada yang dirangkai dalam beberapa jenis, namun juga ada yang full satu jenis saja. Tak jarang juga diantaranya beberapa kalangan yang agaknya juga kebingungan dalam menentukan jenis bunga mana yang nantinya akan mereka beli dan digunakan sebagai hadiah untuk orang-orang terdekat.

Sekarang ini tak perlu kebingungan lagi, berikut ada beberapa tips di dalam memberikan buket bunga kepada orang terdekat, menyesuaikan dengan status hubungan Anda, diantaranya adalah:

  1. Bunga untuk pasangan, misalnya adalah suami istri ataupun juga kekasih, maka untuk menunjukkan rasa cinta yang mendalam tersebut Anda cukup membeli buket bunga kecil yang isinya adalah bunga mawar. Beberapa jenis mawar seperti diantaranya adalah yang memiliki warna merah maupun burgundy bisa dijadikan sebagai pilihan terbaik untuk hadiah kepada pasangan Anda.
  2. Bunga untuk sahabat, sedangkan jika seandainya Anda kebingungan dalam membeli bunga yang ditujukan untuk teman sendiri. maka tetap bisa memilih bunga mawar, asalkan dengan warna yang berbeda saja, misalnya adalah warna kuning yang lebih menunjukkan semangat atau keceriaan. Sehingga nantinya teman atau rekan tersebut bisa ikut terbawa suasana yang bahagia. Bunga aster nyatanya juga bisa dijadikan sebagai hadiah yang cocok untuk sahabat Anda.
  3. Bunga untuk keluarga, baik itu orang tua ataupun saudara, di moment-moment penting pastinya Anda juga ingin menghadiahkan bunga kepada mereka bukan? Biasanya sebagai ucapan terima kasih atau selamat. Bisa memilih mawar merah muda untuk saudara sendiri. sedangkan untuk orang tua, nenek atau sejenisnya maka bisa memilih yang lebih klasik, seperti diantaranya adalah anyelir. Karena sebenarnya anyelir ini melambangkan sebuah kasih sayang seorang ibu.
  4. Bunga untuk rekan bisnis, rekan bisnis ini umumnya lebih ditujukan sebagai ucapan selamat atau menjalin hubungan yang lebih baik saja. Bisa memberikan sebuah karangan atau bunga papan besar ketika mereka sedang memiliki hajat acara yang besar atau mungkin saat tengah berduka cita. Bisa menggunakan bunga mawar atau mungkin memberikan bunga lily yang memiliki makna sebuah kemakmuran. Bunga peony juga sangat cocok dijadikan sebagai hadiah, bunga yang mirip dengan mawar karena memiliki mahkota bertumpuk yang begitu banyak ini memiliki pesan yaitu sebuah keberuntungan atau kemakmuran.

Berbicara mengenai bahasa bunga ini terkadang memang agak membingungkan bagi sebagian orang, sehingga tak ada salahnya jika Anda meminta rekomendasi atau bertanya kepada pengelola toko bunga terlebih dahulu sebelum membelinya. Khususnya bagi Anda yang bertempat tinggal sama dengan saya yaitu di Jogja, maka kini telah hadir Prestisa toko bunga online Jogja yang menawarkan beragam pilihan jenis bunga dengan rangkaian yang cantik-cantik. Namun sekarang ini Anda juga bisa lebih mudah membelinya lewat sistem online hanya di Prestisa. Jaminan rangkaian bunga yang dijual masih dalam kondisi yang fresh, banyak pilihan model menariknya.

Rabu, 10 Juli 2019

Kisah Bang Jack, Juru Parkir Mulia Pendiri Sekolah Gratis


Pengorbanan seseorang memang tak bisa dinilai dengan uang. Nilai manfaat yang diberikan seorang juru parkir ini sungguh mulia. Beliau yang dipanggil dengan sebutan Bang Jack sudah mendirikan sekolah gratis untuk anak yang kurang mampu. Pria yang bernama asli Undang Suryaman ini membangun sekolah gratis tersebut atas inisiatifnya dengan bantuan sang istri.

Sosok Bang Jack
Berdasarkan fenomena saat ini, Anda pasti merasakan betapa mirisnya melihat banyak anak-anak yang putus sekolah. Bukan karena tidak mau, akan tetapi keadaan kurang bersahabat. Akan tetapi, lingkungan dapat mengubahnya. Dukungan dari pihak lain yang peduli pasti mampu memberikan perubahan atas ketidakmampuan tersebut. Bang Jack sudah membuktikan lewat inisiatifnya.

Juru parkir Universitas Padjajaran yang sudah bekerja selama 23 tahun ini telah berhasil menjadi inspirator perubahan. Dengan usianya yang sudah menginjak kepala 4, Bang Jack masih memikirkan anak-anak lain yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. Untuk memfasilitasi pendidikan anak kurang mampu tersebut, beliau berniat membangun sekolah gratis.

Berhubung penghasilannya sebagai juru parkir yang minim yaitu sebanyak Rp50 ribu per harinya, maka beliau membongkar rumahnya untuk dijadikan ruang kelas. Sebagian rumah mertuanya juga diubah menjadi ruang kelas karena memang mendukung niat mulia menantunya. Kini, Jack mampu mendirikan TK dan TPA di Desa Babakan Loa, Rancaekek, Jawa Barat.

Alasan Termotivasi Mendirikan Sekolah Gratis
Gerakan perubahan yang dilandasi kepedulian ini berawal dari masa lalu Undang. Sewaktu kecil, beliau tidak sempat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Jangankan untuk bersekolah dan membeli buku pelajaran, Jack kecil harus rela membagi nasi satu piring untuk beberapa anggota keluarga. Hal inilah yang bisa disebut sebagai dendam masa lalu.

Betapa beratnya keadaan masa lalu tersebut, ternyata tidak berakhir buruk. Akhirnya, Bang Jack mengajak istrinya untuk membantu anak-anak yang kurang mampu agar bisa kembali bersekolah. Ide pendirian sekolah gratis pun diwujudkan. Dalam benaknya, beliau berharap bahwa jangan sampai ada lagi anak yang putus sekolah seperti dirinya akibat keterbatasan ekonomi. 

Proses Pendirian Sekolah
Pengabdiannya dimulai dengan mengumpulkan anak-anak kurang mampu yang bertempat tinggal di sekitar rumahnya. Pada awalnya, terdapat 18 anak yang bersedia dikumpulkan untuk kemudian diberikan pembelajaran di masjid. Awalnya, sekolah gratis miliknya belum mempunyai bentuk fisik seperti pada umumnya mengingat dana dari penghasilannya yang belum cukup.

Mengenai pendirian sekolah ini, beliau mendapatkan banyak komentar positif dan juga negatif. Akan tetapi, Bang Jack bersama istrinya tetap berjuang. Alhasil, rumahnya digubah menjadi ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Melalui pelatihan guru se-Jawa Barat, Bang Jack berhasil mempelajari kurikulum sekolah TK dan TPA. Karenanya, banyak pihak percaya akan kualitasnya.

Setelah berjalan beberapa lama, murid bertambah banyak menjadi 180 orang. Agar mampu menampung muridnya, rumah mertua Jack diubah menjadi ruang kelas. Saat malam, barulah ruang kelas tersebut digunakan untuk tidur. Keterbatasan tempat ini juga masih dipikirkan kembali olahnya. Jack membuka donasi untuk sekolah gratis miliknya yang bernama Araudhatul Jannah.

Berkat kegigihannya, banyak dana mengalir dan mampu membantu membangun bangunan sekolah gratis untuk semua murid. Asuransi wakaf juga sangat layak diberikan kepada Bang Jack untuk mengembangkan sekolah gratis yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerataan pendidikan memang harus dijalankan. Penghargaan dan bantuan sangat pantas diperolehnya.

Melalui catatan perjuangannya tersebut, dana asuransi wakaf dari Allianz mampu mendukung gerakan perubahan berupa pemerataan pendidikan. Siapapun yang terlibat di dalamnya dapat menggunakannya untuk mengembangkan sekolah gratis tersebut. Pada akhirnya, banyak anak akan terselamatkan dari jurang keterbelakangan berkat pengembangan wakaf dalam pendidikan.