Kamis, 21 Juni 2018

Peran Keluarga yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak Autis


Setiap orang tua tentu sedih jika tumbuh kembang anaknya yang menderita autis sampai terhambat, terutama kemampuannya dalam berbicara (verbal). Tapi, jika kondisi ini disikapi dengan bijak, tumbuh dan kembang anak autis tidak akan berbeda dengan anak lain yang normal pada umumnya, asalkan melipatkan keluarga yang memiliki peran-perang penting berikut.

Mengetahui Gejala Awal


Bagi anak autis maupun normal, orang-orang terdekatlah yang biasanya tahu lebih dulu tenatng keadaannya. Orang-orang terdekat tersebut tentu berasal dari keluarga, terutama Anda sebagai orang tua akan lebih mudah menyadarinya sejak si kecil masih balita.

Jika bukan orang tua dan keluarga, anak autis tidak memiliki peluang untuk sembuh sama sekali. Hal ini dikarenakan ketidakpedulian orang-orang terdekat membuatnya jarang menerima stimulus tertentu. Padahal, stimulus inilah yang diperlukan olehnya untuk meningkatkan perkembangan motorik halus dan kasar yang sempat terhambat.

Memberi Penanganan yang Tepat


Setelah tahu tentang kondisi si kecil, sudah menjadi hal wajar jika Anda merasa sangat sedih. Tapi, jika dibiarkan berlarut-larut, kondisinya akan berjalan stagnan hingga sulit untuk disembuhkan sama sekali. Oleh karena itu, ikhlas dan segera memeriksakannya ke dokter merupakan langkah paling bijak untuk Anda lakukan.

Selanjutnya, Anda bisa memperlakukannya lebih istimewa. Perlu usaha yang berifat intensif dan kesabaran tingkat tinggi menghadapi anak autis, apalagi dengan kondisinya yang sulit fokus, tidak lancar bicara, dan cenderung asyik dengan dunianya sendiri.

Menemaninya Pergi Terapi


Selain perlakuan khusus dari Anda, si kecil juga butuh beberapa terapi yang penerapannya disesuaikan dengan usia dan tumbuh kembangnya. Contoh-contoh terapi yang digunakan pada penderita autis adalah terapi wicara, ABA (Applied Behavioral Analysis), terapi sosial, terapi okupasi, terapi perilaku, terapi visual, bahkan sampai terapi bermain.

Mengoptimalkan Dukungan Padanya


Tumbuh kembang anak autis akan semakin meningkat dan berpeluang untuk sembuh seperti anak normal jika Anda berusaha mengoptimalkan dukungan padanya. Salah satu caranya adalah bergabung bersama para orang tua yang memiliki kesamaan nasib dengan Anda, yaitu sama-sama memiliki anak autis sehingga Ada bisa saling share dengan yang lain.

Memberi Penanganan yang Tepat


Jika keluarga sudah berkontribusi dalam penanganan awal yang mampu memberikan pengaruh cukup besar bagi kesehatan penderita autis, peran medis pun tidak boleh Anda lupakan. Sebagai orang tua, Andalah yang wajib mengurus keperluan ini.

Libatkan dokter anak terbaik atau spesialis yang berpengalaman di bidangnya untuk menangani anak Anda. Jangan segan untuk bertanya tentang apa yang harus dan tidak boleh Anda atau keluarga lakukan pada penderita autis. Dengan cara ini, Anda bisa semakin mengoptimalkan peran keluarga dalam upaya penyembuhannya. 

Selain keluarga inti, Anda juga perlu memberi pemahaman pada keluarga besar, saudara, kerabat, atau tamu yang datang berkunjung tentang kondisi anak Anda. Dengan demikian, tumbuh kembang anak Anda tidak akan terganggu karena mendapat perhatian yang lebih tapi tetap wajar, bukan pandangan aneh karena autis yang dideritanya.

0 komentar:

Posting Komentar